Krisis Global, No. Krisis Listrik Yes!


Pemadaman listrik yang dilakukan bergilir dalam dua pekan ini,sangat berdampak dalam pelayanan kepada masyarakat,misalnya pengurusan kartu tanda penduduk (KTP).


SELAIN masyarakat harus antre, lama pengurusan turut bertambah dua jam. Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 Wita. Suasana Kantor Kec Tallo cukup riuh dan dipadati masyarakat setempat.Ada yang mengurus KTP dan sejumlah surat keterangan. Jejeran kursi yang disiapkan di teras kantor tak cukup. Bagi masyarakat yang tak kebagian tempat duduk,terpaksa harus berdiri. Biar teratur, para petugas di kecamatan pun menggunakan sistem antrean.

Di tengah sibuksibuknya pelayanan itu, tiba-tiba terdengar suara gaduh. Jejeran masyarakat yang berada di depan loket antrean pengurusan KTP tiba-tiba bubar dari barisan.“Maaf, pelayanan dihentikan karena mati lampu,”ucap salah seorang petugas kecamatan kepada masyarakat. Begitulah kondisi dalam dua pekan terakhir ini di instansi pelayanan publik di Makassar, lantaran pemadaman listrik.Masyarakat yang sudah antre berjam-jam, terpaksa harus sabar menunggu listrik kembali menyala.

Biasanya, masyarakat mengurus keperluan di kantor pelayanan sekitar 30 menit. Namun, sejak pemadaman listrik yang dilakukan PLN Sultanbatara minimal dua jam dalam sehari,masyarakat harus menunggu selama berjam-jam. ”Hampir semua kegiatan rutin pelayanan kepada masyarakat itu terhambat.Dampaknya sangat kurang bagus dan jelek.Kasihan masyarakat yang harus antre sejak pagi dan terpaksa harus menunggu listrik nyala,” papar Camat Tallo Gipping Lantara.

Selama ini kantor tersebut memang mengandalkan pasokan listrik PLN. Maklum, sejumlah kantor instansi pelayanan publik Kota Makassar belum memiliki genset. ”Kalau padam,pelayanan juga terhenti. Sebab, semua pengurusan seperti KTP, menggunakan sistem komputerisasi,”paparnya. Gipping bersama seluruh stafnya tak bisa berbuat apa-apa.Ketika listrik padam, pihaknya hanya bisa mendengar ocehan dan suara sumbang masyarakat akibat pemadaman bergilir. ”Bukan hanya antre, alat elektronik yang kami miliki bisa rusak kalau listriknya mati nyala dalam sehari.

Kinerja PLN kurang bagus,” tandasnya. Kondisi yang sama tak hanya di Kantor Kecamatan Tallo, melainkan di 14 kantor camat yang ada di Makassar. Maklum, pengurusan KTP dan surat keterangan tidak mampu diperoleh di kantor camat. ”Dampaknya luar biasa. Saat masyarakat menunggu giliran atau antre dan tiba-tiba mati lampu, ya terpaksa masyarakat harus menunggu lagi,”tandas Camat Panakkukang Bukti Jufri. Bukan itu saja, apabila listrik sudah menyala, masyarakat kembali harus menunggu.Sebab, petugas kecamatan harus kembali menghubungkan jaringan ke data pusat kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapil) Makassar.

”Masyarakat harus menunggu lagi karena harus connect dengan server pusat karena pembuatan KTP saat ini menggunakan sistem online,”ujarnya. Sementara itu, Camat Mamajang Kamaruddin Munde menilai bahwa pemadaman listrik kali ini sangat mengganggu pelayanan dalam rangka mendukung program IASmo Bebas tentang administrasi kependudukan.

”Kasihan kanmasyarakat yang antre dan berpanas-panasan. Saran kami,kalau mau mematikan listrik seharusnya pada jam-jam istirahat agar tidak mengganggu proses pelayanan.Kondisi ini tak bisa didiamkan. Bayangkan saja kalau masyarakat telat membayar listrik pasti didenda.Apa PLN juga mau didenda,”tandasnya.

Serasa Kembali Ke Zaman Batu

”Pemadaman listrik yang terjadi di Makassar seperti minum obat.Ya,karena tiga kali sehari,”ujar salah seorang karyawan tours and travel yang berkantor di Jalan Jampea.

BEGITULAH kata kiasan yang cukup akrab terdengar pada beberapa pekan ini berkaitan dengan pemadaman listrik bergilir.Dalam sehari, pemadaman berlangsung minimal tiga kali sehari.

Bagi pengusaha travel,pemadaman listrik ini sudah mengganggu administrasi dan operasional. ”Kalau terjadi pemadaman, kami tak bisa booking tiket dan tentunya operasional terhenti sama sekali,” papar seorang karyawan Tour & Travel Sena,Melly. Selain menghambat jalannya operasional, praktis akan mengalami penurunan keuntungan yang diperoleh setiap hari.Kendati demikian, dia mengaku sejauh ini travel tempatnya bekerja tidak pernah mengalami pemadaman pada jam-jam sibuk.

”Kalau di sini mungkin malam baru mendapat giliran.Tapi,temanteman saya yang bekerja di lokasi lain mendapat pemadaman pada jam sibuk.Ya, dampaknya mengganggu operasional,”papar perempuan berkulit putih ini. Salah seorang rekannya menambahkan, pemadaman kali ini memang jauh berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. Dalam sehari, dia mendapat giliran pemadaman di rumahnya hingga tujuh kali. ”Saya merasa kembali ke zaman batu,”tutur rekan kerja Melly ini.

Memang,pemadaman yang terjadi di Kota Makassar sudah menjadi keluhan di mata masyarakat. Mulai pengurusan KTP, surat keterangan, hingga para pengusaha kecil. Misalnya, para pedagang pasar malam yang berada di Jalan Rajawali. Berdasarkan pantauan Seputar Indonesia (SI), para pedagang dengan terpaksa bekerja demi “nyala asap dapur”,meski menggunakan sebatang lilin untuk menerangi jualan mereka. Sebatang lilin dianggap tak cukup. Sebab, pemadaman maksimal tiga jam untuk satu kali pemadaman dalam sehari.

Namun, nyala batang-batang lilin tak sebanding dengan nilai omzet yang didapatkan jika nyala listrik dalam kondisi normal pada malam hari. ”Biasanya kalau malam ramai kok. Tapi, karena listrik padam, pembeli pasti kurang.Orang keluar dalam kondisi gelap gulita,” kata salah seorang pedagang Pasar Rajawali,Dg Gassing. Senada dipaparkan para pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa fotokopi seperti yang berada di lingkup Pemkot Makassar. Pengoperasian mesin pengganda itu tak bisa berjalan mulus akibat pemadaman listrik.Praktis,omzet pun turut anjlok.

”Kalau dinyalakan normal saat ini sangat berbahaya dan dapat merusak mesin. Karena itu, kami terpaksa menggunakan stafol untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman yang tak menentu,” ujar salah seorang petugas usaha fotokopi bernama Rima. Tidak hanya para pengusaha yang menjerit dengan kondisi yang terjadi saat ini. Arus transportasi menjadi kacau balau akibat traffic light tak berfungsi. Seperti yang terjadi di perempatan Jalan Sungai Saddang dan Veteran Utara. Para petugas kepolisian lalu lintas yang tak biasanya bertugas di lokasi itu, terpaksa diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas. Petugas lalu lintas memasang tanda larangan di perempatan jalan tersebut baik siang dan malam hari.

Para pengendara baik dari Jalan Sungai Saddang Lama dan Baru,harus memutar melalui median jalan yang berada di Jalan Veteran. Intinya, pengendara dilarang jalan lurus. Pengguna jalan pun harus mengendarai dengan hati-hati. Maklum, banyak galian kabel di ruas Jalan Veteran.Dengan kondisi yang gelap gulita pada malam hari,wajar saja bila ada ungkapan di masyarakat bahwa Kota Makassar serasa kembali ke zaman batu.
Posted on 3:43:00 AM by MULYADI ABDILLAH and filed under | 0 Comments »

Keranjang Parsel Diantara KPK


Menjelang Lebaran,denyut bisnis di Jalan Rajawali Makassar kembali menggeliat.Keranjang parsel yang sudah menjadi ikon di jalan tersebut,kian meluber hingga ke garis sempadan jalan.


SEBUAH rumah bernomor 102 di Kecamatan Mariso,dipadati ratusan keranjang parsel.Ruangan berukuran 3x8 meter yang dulunya ruang tamu, disulap menjadi gudang parsel. Pun kerajinan tangan yang terbuat dari rotan itu tertumpuk hingga setinggi 1 meter.

Di teras rumah tersebut, seorang perempuan dewasa asyik duduk di sebuah kursi plastik.Terik matahari yang kian menyingsing di ufuk barat membuatnya beranjak perlahan-lahan mencari lokasi yang teduh. Ya, dialah salah satu penjual keranjang parsel di sepanjang Jalan Rajawali. Namanya H Haryani,yang menanti rezeki pada bulan Ramadan. Tak berselang lama, sebuah mobil Avanza hitam menepi di depan rumahnya. Rupanya seorang perempuan berkulit putih dengan busana rada seksi.

Perempuan itu pun langsung turun dan melihat jajanan keranjang.Tawar menawar pun dimulai. Hasilnya, perempuan seksi itu membeli sekitar lima keranjang parsel dan langsung bergegas menancap gas mobilnya.“Ya,lumayan pembelinya hari ini,” tutur perempuan yang akrab disapa Ani ini kepada Seputar Indonesia(SI). Ada berbagai macam model keranjang parsel yang disajikan di rumah yang memiliki dua lantai tersebut.

Di antaranya berbentuk segitiga dan menyerupai binatang kodok. Namun, model keranjang parsel pastinya tidak mengalami perubahan desain dari tahun ke tahun. Kecuali harga yang setiap tahunnya meningkat, meski tak signifikan. “Modelnya itu-itu saja kok. Yang pasti, pelanggan maunya keranjang yang barangnya enak diatur. Harganya dimulai Rp10.000 hingga Rp35.000.Tergantung modelnya,” paparnya. Baginya, jumlah tumpukan keranjang yang meluber hingga ke garis sempadan jalan belumlah seberapa untuk saat ini.

Sebab, puncak orderan diperkirakan terjadi pada H-10 pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriah. Perempuan beranak satu ini telah menggeluti dunia bisnis keranjang parsel sejak 10 tahun lalu.Konon, di sepanjang jalan kediaman H Haryani tersebut dikenal sebagai pusat jajanan keranjang parsel pertama di Kota Makassar. Kerajinan tangan ini pun membuat Ani menciptakan pekerjaan baru kepada para perajin rotan.Saat ini dia memiliki lima perajin, meski hanya membuat keranjang parsel adalah bisnis musiman.

“Saya menggunakan kreativitas mereka. Tapi,maaf,ini hanya sekali setahun,” ucap Ani ketika mengajak para perajin rotan membuat keranjang parsel. Meski sekali setahun, bisnis keranjang parsel sangat menjanjikan. Tidak hanya Lebaran,tapi tempat yang berisi berbagai macam jenis makanan dan minuman tersebut laris hingga pada perayaan Natal. Deal pun tercipta.Ajakan kerja sama tersebut tak membuat para perajin rotan berani menolak.

Selain usaha rotan dari tahun ke tahun tak berkembang, para perajin itu juga tak perlu mengeluarkan modal untuk membeli bahan rotan. “Mereka cukup bekerja di rumahnya masing-masing dan saya yang menyiapkan bahannya,” jelas perempuan berjilbab ini. Dia memaparkan, bahan rotan yang digunakan saat ini dalam membuat keranjang parsel cukuplah sulit didapatkan di Kota Makassar. Saking langkanya, harga rotan kian mencekik dalam usaha terse-but.

“Saat ini hanya didapatkan di Kawasan Industri Makassar. Saya biasanya beli per ton. Itu pun tergantung jumlah pesanan yang saya terima. Per kilo dijual Rp9.500,”paparnya.

Tergerus Ditengah Larangan KPK

Tiga tahun terakhir,penjual keranjang parsel di sepanjang Jalan Rajawali kian berkurang.Bisa jadi, pusat jajanan keranjang parsel itu akan punah akibat larangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


JUM’AT sore, (5/8), sebuah mobil Toyota berwarna hitam menepi di jejeran puluhan keranjang parsel di Jalan Rajawali.Di dalam kendaraan itu, ada sekitar tiga orang. Seorang perempuan dengan potongan rambut sebahu lalu turun dan menyambangi jajanan keranjang parsel.

Transaksi pun dimulai dengan penjual keranjang parsel H Haryani. Harga sepakat,tiga keranjang parsel langsung diangkut ke dalam kendaraan. Mobil itu pun lalu melesat meninggalkan Jalan Rajawali. Uang pecahan Rp50.000 dari hasil pembelian keranjang parsel yang berada di jemari H Haryani lalu dimasukkan ke sebuah kantung celananya dan kembali mengambil kursi plastik untuk menunggu pembeli selanjutnya. Wajahnya lalu kembali menyaksikan tumpukan keranjang parsel setinggi 1 meter di sebuah ruangan tamu yang disulap menjadi gudang.

Tumpukan itu tak kunjung terjual secara laris manis. Dia mengaku, jumlah pembeli saat ini bisa dihitung jari. Hal tersebut terjadi sejak dua tahun lalu seiring dengan larangan KPK tentang pemberian parsel kepada pejabat. Perempuan yang akrab disapa Ani ini mengisahkan, sebelum adanya larangan tersebut, jumlah permintaan terbilang cukup besar. Sejumlah perusahaan besar memesan hingga mencapai ratusan keranjang dan dikirim ke Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah hingga ke Timika Provinsi Papua.

”Jumlah pemesan kala itu sangat besar. Rata-rata yang membeli dari perusahaan.Tapi, sekarang tinggal toko saja yang membeli dengan jumlah yang kecil sejak larangan KPK itu,”papar ibu dari satu anak ini. Diketahui, KPK mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan bingkisan atau pemberian lainnya kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri, atau ucapan selamat kepada penyelenggara negara dalam bentuk iklan di media massa dan elektronik terkait dengan tugas atau pekerjaan atau jabatannya.

Dana-dana untuk hal-hal tersebut sebaiknya disalurkan kepada pihak-pihak yang lebih membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk kebutuhan pokok ataupun kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan, sebagai bentuk kesetiakawanan sosial.Larangan untuk menerima parsel tersebut sesuai dengan Undang-Undang (UU) No 30/2002 tentang KPK dan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

”Pada saat larangan itu muncul, para penjual keranjang parsel disini pada heboh. Sebab, larangan itu sangat berdampak pada kami yang selama ini menjual keranjang parsel. Pokoknya, saat ini sudah merosot,” keluhnya. Di tengah merosotnya pemesan keranjang parsel,Ani pun mulai menambah tambahan bisnis dengan membuat keranjang erang-erang (tempat sejumlah peralatan yang digunakan dalam kegiatan pernikahan).

Selain itu, ia pun harus berjualan bahan bangunan untuk membuat asap dapurnya terus menyala. Maklum,keranjang parsel sudah dianggap sebagai dagangan musiman pada hari raya Lebaran dan Natal. ”Mau kerja apalagi. Tidak ada bisnis lain. Dan alhamdulillah, masih bisa untung sedikit,”tandas Ani.
Posted on 7:54:00 AM by MULYADI ABDILLAH and filed under | 0 Comments »

Mengunjungi Museum Kota Makassar


Dipoles Saat Berusia 93 Tahun

Bagi anda yang mencari identitas dan sejarah Kota Anging Mammiri, untuk sementara waktu tak bisa menyambangi gedung Museum Kota Makassar. Bangunan peninggalan Belanda ini tertutup untuk umum lantaran mendapat ’polesan total’ diusia 90 tahun.

Jejeran balok kayu dan tangga menjulang naik pada sebuah bangunan di Jalan Balai Kota No 11 A. Para kuli bangunan sibuk mengecat dinding, kusen, dan jendela bangunan yang memiliki desain Eropa tersebut.

Pada bagian kiri di halaman depan, ada begitu banyak tumpukan genteng. Dari balik dinding bangunan, lamat-lamat terdengar riuh suara para kuli bangunan. Ada yang membongkar kusen yang dianggap lapuk dan menggantinya dengan bahan yang baru. Begitulah aktivitas di gedung yang dibangun pemerintahan kolonial Belanda sejak 1916 tersebut.

Inilah renovasi secara besar-besaran yang resmi dikerjakan pada tiga bulan lalu dengan mendapat bantuan anggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar. Anggaran tersebut dialokasikan pada era kepimpinan A Herry Iskandar sebagai Wali Kota Makassar.
Bentuk kerusakan bangunan yang dianggap sangat parah yakni pada bagian atap, kerusakan pada kayu kusen, dinding, dan lumut pada dinding.



”Perbaikan ini merupakan reonvasi yang secara besar-besaran dilakukan sejak berdirinya bangunan itu, tepatnya 1916 lalu. Saya tidak tahu kapan terakhir di renovasi. Tapi, yang jelas renovasi ini bersifat total," jelas Kepala BP3 Makassar, Andi Muhammad Said.

Kepala Museum Kota Makassar Andi Ima Kusuma juga tak tahu renovasi yang terakhir kalinya sebelum dilakukan renovasi secara total. ”Sejak bangunan itu dijadikan sebagai Museum Kota tepatnya tahun 2002, sampai 2008 memang belum pernah diperbaiki. Wajar saja kalau kondisi bangunannya sudah lapuk,” ujarnya.

Dalam proses renovasi, pihak BP3 Makassar melibatkan sejumlah para ahli yang bergerak dalam pelestarian dan mekanisme penanganan dengan mengidentifikasi bangunan yang perlu dilestarikan berdasarkan tingkat kerusakan dan berdasarkan data yang ada.
”Sesuai hasil kesepakatan, proses renovasi total ini dibagi dua. Ada dari pihak kami dan pemkot. Dari BP3 khusus memperbaiki pada bagian depan dengan menggunakan dana pemeliharaan sedangkan selebihnya dikerjakan oleh Pemkot Makassar,” papar Muhammad Said.

Selain itu, penanganan pelestarian dan pemanfaatan harus memperhatikan lingkungan sekitarnya serta pemakaian bahan yang mirip bentuk dan warnanya.
”Kami sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat dalam melakukan renovasi. Dalam proses penggantian material yang asli, memang sangat susah ditemukan. Untuk itu, kami menggantinya dengan bahan yang bentuk dan warnanya yang sama dengan yang asli,” jelasnya.

Sejauh ini, koleksi yang dimiliki Museum Kota Makassar diantaranya adalah peta bumi yang dibuat untuk kelancaran misi perdagangan dan politik di Indonesia pada masa silam. Peta merupakan sumber informasi yang berharga dari suatu daerah pada suatu masa. Sebab, dahulu Bangsa Eropa membuat peta berbagai daerah, khususnya yang dipandang penting dan strategis.

Koleksi lain dari museum ini adalah piano tua, relief potret Ratu Wilhelmina dan Yuliana, foto reproduksi naskah, foto-foto peristiwa serta bangunan bersejarah, peralatan sehari-hari dan mata uang. Namun, untuk sementara koleksi itu sedang ’diungsikan’ ke ruangan lain di dalam bangunan Museum.

Renovasi Bangunan Sesuai Aslinya

Renovasi bangunan Museum Kota tak hanya pada penggantian material yang sudah uzur.Di bawah kendali A Ima Kusuma sebagai sang pengelola, Museum Kota akan dikembalikan ke wajah yang asli.

SUARA bising alat pertukangan menggaung dengan jelas dari dalam bangunan. Ada suara ketam elektrik juga bunyi palu yang diselingi canda tawa kuli bangunan pada bangunan berlantai dua itu. Di ruang utama, masih tampak sebuah piano hitam.

Alat musik yang konon digunakan para kolonial Belanda itu diselimuti debu dan dikelilingi balok kayu dan sejumlah cat dinding. Para kuli bangunan tak peduli. Masing-masing sibuk naik dan turun tangga dengan kerjaannya. Piano tersebut merupakan satusatunya koleksi Museum Kota yang masih berdiri kokoh dalam kegiatan renovasi. Koleksi yang lain diungsikan ke ruangan steril.

”Hanya piano itu yang memang belum dipindahkan. Selain berat, semua ruangan di lantai 1 turut direnovasi. Namun,piano itu tetap akan kami jaga sebagai salah satu koleksi peninggalan kolonial Belanda,” tutur Kepala Museum Kota Makassar Andi Ima Kusuma. Bangunan Museum Kota Makassar bergaya arsitektur Eropa abad 17, bangunannya berlantai dua, pintu dan jendela berbentuk kubah, kemudian pada atapnya terdapat ventilasi.

Renovasi besar-besaran yang dilakukan pada tahun ini, ternyata sangat beruntung.Sejumlah jendela yang sudah ada sejak 1916 tersebut kembali ditemukan. Jendela yang dimaksud berada di lantai 2. ”Ada banyak yang ditemukan.Utamanya jendela yang selama ini ditutup dan tak berfungsi. Tentu hal tersebut sangat sesuai perencanaan kami, yakni mengembalikan ke wajah yang semula,”jelasnya.

Tetapi, pengembalian ke bentuk asli bangunan tersebut tidak total. Sebab, masih ada satu pintu yang saat ini tak bisa terbuka dan sangat sulit membukanya. Pintu yang terbuat dari kayu tersebut berada di lantai 1, tepatnya di sisi bagian kiri ruangan utama. Pintu itu tertutup dengan rapat dengan model kunci yang tak ditemukan atau beredar di Indonesia. Konon, pintu itu merupakan jalur khusus yang digunakan para kolonial Belanda dalam menjajah bangsa Indonesia yang berada di Makassar dan sekitarnya.

Jalur khusus yang dimaksud, konon merupakan jalur tembus yang menghubungkan ke Benteng Fort Rotterdam yang jaraknya sekitar 500 meter. Sayang, cerita tersebut belum dapat dibuktikan para sejarawan di Makassar lantaran pintu tersebut masih tertutup rapat dan sulit dibuka. ”Hanya pintu itu yang tak bisa kami buka,sedangkan yang lainnya akan dikembalikan ke konsep semula, yakni pada 1916,”paparnya.

Renovasi dijadwalkan rampung pada September mendatang.Dengan demikian,Museum Kota Makassar dapat berfungsi dengan wajah aslinya pada bulan tersebut. Dia menyebutkan, salah satu konsep yang berubah, yaitu meletakkan piano peninggalan Belanda pada sebuah panggung mini. ”Posisinya tidak seperti dulu lagi.Kami akan menggunakan traft agar posisinya lebih tinggi,”ungkap perempuan ini yang juga dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Koleksi yang saat ini diungsikan pun kembali akan ditata ulang.Adapun koleksi yang dimiliki Museum Kota Makassar, yakni mata uang dari masa VOC,mata uang Belanda, mata uang Kerajaan Gowa, serta mata uang bergambar Ratu Wilhelmina lengkap dengan patungnya. Selain benda-benda arkeologi dengan berbagai motif, Museum Kota juga memiliki perjanjian Bungaya dan peta Benteng Somba Opu.

Koleksi lainnya adalah keramik China dari masa Dinasti Ming abad ke 14–17 dan keramik Jepang. Untuk koleksi foto seperti mantan wali kota, foto tentang bangunan bersejarah Kota Makassar,baik yang dapat dipertahankan keadaannya maupun yang telah musnah, seperti bank pertama yang ada di Makassar dan foto tentang pelayaran orang Makassar ke Australia mencari teripang pada 1881 hingga 1907.

”Kalau renovasinya sudah rampung, kami akan menata kembali koleksi tersebut,” tandas Andi Ima Kusuma.
Posted on 1:26:00 AM by MULYADI ABDILLAH and filed under | 0 Comments »

Selamat Jalan...


Innalilahi.... turut berduk buat semua keluarga di palopo... yang tabah kawan...
nanti sy sampaikan... SI-Abriandi (+6281241656369)

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Aqsa& kel turut berbelasungkawa. Yang tabah kawan.. Smoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya. Amin. Tribun-Aqsa <+6281343854666>

Turut belasungkawa...ikhlas dan istigfar. SI-Cima <+6281342090115>

Saya turut berduka kawan atas berpulangx ayahanda kawan. Smoga tetap tabah menghadpi cobaan. Fajar-Rama <+6281355784516>

Sabar'ki kawan dengan cobaan ini. Sy turut berduka cita yg sedalam2x, semoga ibunda tercinta diterima disisiNya. Amin. SI-Arif <+628124160173>

Kawan saya sekeluarga mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnx ayahandata dalam keridhoan ALLAH SWT, smoga ia di terima disisinx dan kita sekeluarga diberi ketabahan dan keikhlasan, dari ucu beritakota sek.

Sy turut berduka cita atas meninggalnya ayahanda mulyadi . Semg alm mendapt tempt yg layak d sisi ALLAH SWT. Amien. SI-Said <+628881765790>

Saya sekeluarga turut berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah Bp ABDILLAH RACHMAN FIRDAUS. Semoga arwah alm mendptkan tempat yg layak di sisi Allah SWT. Amin. SI-Darsono <+628881772959>

Kawan,turut berduka cita. Smoga amal ibadah beliau dterima di sisi ALLAH,dan keluarga diberi ketbahan.Amin. SI-Warny <+6285218078774>

Kak, sy dan keluarga turut berduka cita yang sedalam2nya. Semoga ayah diterima disisinya, semoga juga kita dan keluarga diberi ketabahan. Ingin bisa berada disampingta.. Maaf krn tdk bs menemani ta kak. Evy Risyani Padly <+6285696253796>

Sy baru liat di fb...kalau pace sudah berpulang..sabar sobat..adakalanya kita mengalah u/ keingianan tuhan, sebab semua akan kembali kepadanya. Saat sy dengar kabar ini, langsung kuingat paceku yg meninggal saat sy kelas 6 SD. Dan sy tau bgmn rasanya kehilangan orang tua tercinta. Sekali lagi sabar sobat..Sy berdoa u/ pacemu semoga diterima disisiNya..Amin.. BKM-Try <+6281343626336>

Turut bduka cita kawan atas almarhum ayahanda ta. Semoga amal dan pahala beliau diterima disisiNya. TV 7-Uceng <+6281399268008>

Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Keluarga besar HARIAN SEPUTAR INDONESIA turut berduka cita yg sedalam-dalamnya atas bepulangnya ke rahmatullah bapak ABDILLAH RACHMAN FIRDAUS (ayahanda ta). Semoga arwahnya diberi tempat di sisi-NYA, dan ipung sekeluarga senantiasa tabah dan sabar menerima cobaan. Amin

Assalamu alaikum kanda: Baygonk, Sekeluarga, "Turut Berduka atas berpulangnya kerahmatulalah aya handata tercinta. Dgn mengucap doa beliau d terima disisi Allah SWT. Amien yarabil Alamien. +6281343600709

sabarki cinta, bacakan yasin ayahtax smoga arwah bliau diterima di sisi ALLAH SWT, sabarki, smua ada hikmahnya! Fajar-Mimi <+6281342141996>

Turut berduka cita kawan, atas meninggalx ayahanda ta. smoga di terima di sisi tuhan n kluarga di beri ketabahan. Metro TV-Wawa <+6285299159633>

Assalamu Alaikum Wr. Wb. Innalillahi Wa Innalillahi Roajiun.. Turut Berduka Cita Kawan.. Smoga Allah SWT memberikan T4 yg Trbaik bagi Alm Pace ta. Amin. Mohon Shalawat kpd Rasulullah serta kpd kluarganya yg suci, u/ Almarhum, agar diberi kselamatn. Smoga Ipunk & kluarga diberi ketabahn. Wassalam. SI-Ulla <+6285255908089>

Asslm.Sabar Q nah kk dan semoga amalan beliau d terima d sisi Allah SWT,, Makassar TV-Herlina Jalaluddin <+6281241661130>

Innalilahi wa inna ilahi rajiun turut berduka cita kwn.
Trans TV - Ryan <+6281241088188>

Turut berduka cita kawan. Kabag Humas Makassar-M Kasim Wahab <+62811448097>

Assalamu alaikm. Sobat ketabahan keikhlasan dan doa akan mjdi pengiring beliau. Turut berduka dari Maya Mks TV

aswaqum.kak sy trut brblasungkwa n bruduka.mga k2 skluarga tbah dan ikhlas.triring doa buat almarhum mg amal ibdahx dtrima dsisi-NYA(AMIN).YG sbar ya kak.
Fajar TV-Tika <+6285255481073>

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun".Sgala sesuatu yg berjiwa,pasti akan kembali kepada-Nya,kita yg msh bernafas,hanya tinggal menunggu waktu. Sekelumit doa utk ayahanda kawan,smoga mendapat tempat yg layak di sisi-Nya. Smoga kamu & keluarga diberi ketabahan atas musibah yg datangnya atas kehendak ALLAH SWT.(BKM-Gafar)

Turut berduka cita bro. Smg sekeluarga tabah. SI-Bakti <+628124284169>

turut berduka cita atas meninggalnya ayahanda ABDILLAH RAHMAN, semoga dosanya diampuni, ibadahnya menjadi teman yang baik menuju syurga, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. amin. SI-Syahlan <+6281343623857>

Turut berduka cita bro.Semoga amal kebaikanx diterima oleh-NYA.Amin...
SI-Yudi <+6281355381533>

Maaf kawan krn info bru sy dpt.... ipink.... turut brduka cita, smga amal ibadah n kbaikan dtrima d sisix.. n dbrikn ktabhan bg yg dtiggalkn..Amin..

Assl..K Ipunk, saya turut berduka atas meninggalx ayahanda tercinta. Semoga diampuni segala kesalahanx dan amal ibadahx diterima disisiNya. AMIN.
Bisnis Indonesia-Rina <+6281241244599>

Maaf bru ada pulsa. Ikut b'duka cita kanda. Sy doakan smoga smua b'jalan baik, amal ibadah almarhum d terima, amin...
Bisnis Indonesia-Eko Mallo <+6281343586571>

Ridha dan keluarga tirit berduka cita atas meninggalnya ayahanda, semoga arwah beliau diterima disis Allah SWT, adinda adi sabar, tawakkal serta tabah dalam menerima musibah ini, karena sesungguhnya Allah cinta akan ayahanda, dan sudah menjadi hakAllah memanggil kembali hambanya. Juga, kematian itu merupakan pintu menuju kehidupan yang abadi. Humas Pemkot Makassar-Ridha Rasyid <+628152557055>

Sy sekeluarga mngucapkn turut duka cita atas brpulangx ayahanda k rahmatullah...!!
Hendry Martin <+6281355335848>

Innalillahi wainna ilaihi rajiun, trt brdk ct ats brplngx AYAHANDA Adi, smg diampnkn sgl dosax & amal ibadahx ditrm diss ALLAH SWT :& KEL. yg ditgglkn dibrkktn.
Humas Pemkot Makassar-Erma <+624112422482>
Posted on 6:09:00 AM by MULYADI ABDILLAH and filed under | 1 Comments »