inilah kandidat walikota & wakil walikota palopo 2008-2013

Saturday, 3 May 2008



Semua Kandidat Siap Legowo


PALOPO (SINDO) – Seluruh pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo menyatakan akan legowo dan menerima putusan KPUD jika kalah dalam Pilkada Palopo.

Paket Judas Amir-Juajir Sumardi (Jujur) yang didukung sembilan partai politik menyatakan, siap mendukung kandidat yang menang dalam pilkada mendatang. ”Insya Allah saya menang. Tapi jika kalah, kami akan mendukung sepanjang kemenangan itu sesuai dengan peraturan,” jelas Judas dalam debat kandidat di Gedung Merdeka Convention Hall (MCH),kemarin.

Hal senada juga diucapkan paket Wirawan Azis Ihsan- Andi Timo Pangerang (Wasiat).Wirawan mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kekalahan tersebut dengan melibatkan tim pemenangan dan bersikap legowo. Setelah itu, turut mendukung pembangunan di Palopo, sedangkan untuk paket Abubakar Malinta-Hasan Kamal Qahhar Mudzakkar (Amanah) senantiasa berjiwa besar dan akan kembali bekerja dalam bidang sosial.

Sementara untuk paket PA Tenriadjeng-Rahmat Masri Bandaso (Tentram) menyatakan bahwa menang dan kalah adalah hal yang biasa. ”Jika kami kalah maka siap akan mendukung yang menang dan senantiasa akan bersilaturahmi,” kata calon incumbent,PA Tenriadjeng.

Bagaimana sikap jika kandidat menang dalam Pilkada Palopo? Paket Tentram yang diberi kesempatan pertama menjawab bahwa paket yang diusung Partai Golkar, PDIP, PSK,dan PSI ini akan melanjutkan pembangunan.”Kami sudah mewakafkan diri untuk membangun Kota Palopo,” ungkap Rahmat Masri Bandaso. Paket Amanah juga berjanji akan menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan visi misi sebagai kandidat dalam Pilkada Palopo.

”Sesuai dengan moto kami yakni melayani bukan dilayani dan melakukan efisiensi,” jelas Hasan Kamal. Sementara Andi Timo Pangerang menyatakan kalau pihaknya akan bersyukur kepada sang pencipta dan berterima kasih kepada masyarakat Palopo atas kepercayaannya.” Kemenangan yang diraih itu adalah kemenangan rakyat Palopo. Karena pada intinya, kami akan konsolidasi dengan legislatif dan yudikatif untuk menjalankan program-program kami,” janjinya.

Hal serupa dipaparkan paket Jujur.Pihaknya akan bersyukur dan berterima kasih dan menggandeng para kandidat yang lain untuk membangun Kota Palopo. Dalam kesempatan itu beberapa panelis dalam debat tersebut menyatakan para kandidat terkesan hanya memaparkan sisi permukaan program tanpa disertai teknisteknis pelaksanaan sesuai dengan pertanyaan para panelis yang terdiri dari Aswanto (bidang hukum dan politik), Hamid Paddu (bidang ekonomi), Muhammad Akbar (bidang kesehatan), dan Alwi Rachman (bidang pendidikan, sosial, dan budaya).

”Programnya memang banyak yang tidak tuntas. Misalnya program sekolah berbasis internasional dari ke empat paket ini. Malah, jadi kelihatan bahwa ternyata sekolah yang dimaksud hanya karena merespons tenaga kerja.Padahal,dalam aturanaturan internasional sebuah sekolah internasional harus memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan PBB, dalam hal ini Unesco,” ujar panelis bidang pendidikan, sosial dan budaya,Alwi Rachman, kemarin.

Persoalan yang kedua dalam program itu adalah peningkatan keterampilan yang masih tidak jelas. ”Idealnya, yang perlu dikembangkan di sini adalah vocational skill yang dalam artian keterampilan kebudayaan yang diambil dari lokal yang diinstalasikan ke kurikulum,” ujarnya.

Kendati demikian, Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) ini menilai bahwa embrio dari hal tersebut sudah ada dan tinggal dimantapkan.” Jadi,siapa pun yang menang butuh bantuan masyarakat untuk mengurai sesuatu dengan kebutuhan,”lugasnya. Hal senada dipaparkan panelis bidang kesehatan, Muhammad Akbar.

Pria yang dipercayakan sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel ini menilai bahwa program dalam hal kesehatan yang dipaparkan oleh ke empat paket itu tidak mengena dengan kondisi yang ada saat ini. Misalnya dalam penanganan flu burung, gizi buruk, Tubercholosis, dan HIV/AIDS.

”Ada beberapa kandidat yang penjelasannya bias atau tidak mengena dalam penanganan penyakit. Contoh dalam menangani penyakit HIV/AIDS di Palopo. Begitu pun dengan penyakit TBC. Ini perlu diketahui agar jangan sampai hal ini hanya menjadi orientasi profit,”tegasnya.

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.