Anton Obey Mundur Dari Bursa Calon DPD

Friday, 25 July 2008

Anton Obey mengundurkan diri dari bursa pendaftaran bakal calon DPD RI. Pengunduran diri anggota Dewan Penasehat (Wanhat) DPD I Partai Golkar Sulsel tersebut, secara resmi dilakukan dalam bentuk surat yang diterima KPU Sulsel, pagi kemarin.

Surat pengunduran dirinya sudah resmi kami terima. Surat itu diantar oleh perwakilannya yang tak lain adalah anak dari Pak Anton,” ucap Kepala Bagian Penerangan KPU Sulsel, Arifin.

Arifin menyatakan, sebelum surat pengunduran diri tersebut diterima KPU Sulsel, Anton telah menyatakan secara lisan untuk mundur. “Pak Anton telah menelpon saya pada malam sebelum melayangkan surat pengunduran itu. Dan sesuai mekanisme yang ada, pengunduran diri harus dalam bentuk tertulis,” paparnya.

Mengenai alasan pengunduran diri, lanjut Arifin, dalam surat tersebut tidak dinyatakan bahwa pengunduran tersebut untuk fokus kepada keluarga. Seperti diberitakan sebelumnya, Anton Obey merupakan utusan khusus dari kalangan masyarakat Tionghoa dalam merebut empat kursi DPD RI asal Sulsel. Pada saat pendaftaran lalu, Anton Obey diantar sejumlah pendukungnya antara lain Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Opu Sidik, tokoh Tionghoa Tony Gozal, Piter Gozal, Willianto Tanta, Raymond Arfandy, Yongris, dan Arwan Tjahjadi. Bahkan, calon walikota Makassar, Ilham Alim Bachrie bersama pasangannya Herman Handoko turut mengantar. Ketua Bappilu PDK Makassar, AM Riyadi juga ikut mengantar.

Pendaftaran pasangan beberapa waktu lalu itu dimeriahkan atraksi barongsai. Anton Obey mengatakan, dirinya maju karena dorongan berbagai pihak. Tidak hanya tokoh Tionghoa, tetapi juga dari elemen masyarakat lainnya. Termasuk LSM. Dalam penyerahan berkas dukungan, Anton membawa dukungan sebanyak 7.530 orang yang tersebar di 22 kabupaten/kota.

Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas yang dikonfirmasi mengakui telah menerima surat pengunduran diri Anton Obey. Namun, Jayadi meminta agar hal tersebut ditanyakan kepada anggota KPU Sulsel, Nusra Azis. “Sekarang, sudah ada spesifikasi job di KPU Sulsel. Jadi, persoalan itu sebaiknya ditanyakan kepada ibu Nusra,” ujarnya.

Nusra yang hendak dikonfirmasi diruang kerjanya tidak berada ditempat. Saat dihubungi via ponselnya, telepon mantan anggota KPU Selayar ini tidak aktif.
Diketahui, sebelum Anton Obey, seorang pendaftar calon DPD RI yang bernama Saleh Rahim telah resmi mengundurkan diri. Saleh yang berprofesi sebagai pengusaha kopi itu mundur dengan alasan ingin fokus pada usahanya dan keluarganya.

Dengan adanya dua nama yang mengundurkan diri ini, maka jumlah pendaftar DPD RI periode 2009-2014 untuk saat ini tercatat 38 orang dari 40 pendaftar. Ke 38 pendaftar untuk sedang dalam tahap verifikasi faktual yang dilakukan oleh 23 KPU Kab/kota.

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.