Pimpinan Parpol Janji Berkampanye Damai

Thursday, 24 July 2008

Para pimpinan partai politik (parpol) Provinsi Sulsel berjanji akan melakukan kampanye damai dalam Pemilu 2009. Perjanjian itu diucapkan oleh seluruh para elit parpol dalam Deklarasi Kampanye Damai yang digelar di Monumen Mandala, kemarin.

Dalam deklarasi tersebut disebutkan tiga poin perjanjian. Pertama, akan melaksanakan kampanye damai, tertib, aman, dan lancar. Kedua, akan melaksanakan kampanye secara edukatif dan penuh tanggungjawab demi bangsa dan negara, sedangkan poin ketiga berbunyi berjanji menjalin komunikasi politik yang sehat demi membangun budaya politik yang demokratis dan bermartabat.

Perjanjian tersebut juga ditandai dengan penandatanganan para pimpinan parpol di kantor KPU Sulsel. Penandatanganan itu dilakukan usai melakukan pawai kendaraan sebagai rangkaian dari deklarasi kampanye damai. Dari 34 parpol yang lolos pada Pemilu 2009, dua parpol belum melakukan penandatanganan deklarasi tersebut. Kedua partai itu masing-masing PKS dan Pakar Pangan. PKS tidak dapat mengikuti deklarasi tersebut karena sedang melaksanakan Mukernas sedangkan alasan dari Pakar Pangan tidak hadir dalam acara itu belum diketahui oleh KPU Sulsel.

Terkait pelaksanaan deklarasi itu, anggota KPU Sulsel Samsir menegaskan bahwa deklarasi tersebut diharapkan tak hanya sebatas bersifat seremonial namun dapat dipraktikkan dalam pelaksanaan kampanye yang berlangsung selama 9 bulan 7 hari. “Dalam pasal 76 UU No 10 tahun 2008 tentang parpol sudah ditegaskan bahwa pelaksanaan kampanye dengan prinsip bertanggung jawab dan bagian pendidikan politik kepada masyarakat,” ucapnya.

Suasana dalam acara deklarasi tersebut berlangsung dengan suasana yang sangat bersahabat. Para pengurus antar parpol terlihat asyik bercengkerama satu sama lain. Dengan suasana tersebut, Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas sangat mengharapkan agar suasana yang nampak pada deklarasi dapat terus terjaga demi menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2009. “Alangkah ademnya Pemilu 2009 ini jika suasana ini tetap terjaga,” harap Jayadi yang disambut applaus dari pengurus parpol.

Dia juga beroptimis, pelaksanaan jadwal kampanye yang cukup lama tersebut nantinya dipastikan akan melahirkan elit-elit politik yang luar biasa. Sebab, rentang waktu kampanye itu dapat membuat masyarakat untuk memilih dan memilah calon legislatif yang akan duduk di kursi wakil rakyat. “Kampanye ini berbeda dengan periode-periode pemilu yang sebelumnya yang hanya 21 hari. Nah, dengan waktu yang lama pada periode ini, maka kampanye yang dilakukan sebaiknya memberikan pendidikan dan pendewasaan politik kepada masyarakat,” tutur dia.

Pada kesempatan itu juga, KPU Sulsel meminta bantuan kepada para pengurus parpol untuk menyosialisasikan sistem pemilihan pada hari pelaksanaan Pemilu 2009 mendatang kepada para konstituennya. “Perbedaan lain dalam Pemilu ini juga terletak pada cara pemilihan calon yang akan dipilih yakni tidak lagi mencoblos tapi menandai dengan tanda centang. Sosialisasi ini tentunya bukan hanya KPU tetapi juga diharapkan kepada konstituennya untuk meminmalisir tingkat kesalahan pada hari H,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbang Pemprov Sulsel Andi Baso Gani yang mewakili Gubernur Sulsel mengimbau kepada semua peserta Pemilu 2009 tetap menciptakan suasana yang kondusif. “Kebersamaan yang tercipta tidak hanya berlangsung pada hari ini namun tetap dijaga hingga akhir pelaksanaan pemilu. Jangan ada gesekan dan tetap melaksanakan sesuatu dengan merujuk peraturan yang ada,” tegasnya.

Sedianya, Gubernur Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan untuk hadir dalam acara deklarasi tersebut. Namun, mantan Bupati Gowa itu tidak sempat hadir karena sedang berada di Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, parpol yang berada di Sulsel secara resmi melakukan kampanye terhitung sejak hari Minggu lalu. Kampanye tersebut dibagi dalam tiga zona dan tiga kelompok parpol yang dirunut berdasarkan nomor urut parpol. Setiap kelompok dalam setiap pekannya mengalami perbedaan dalam metode kampanye yakni kampanye tertutup, tatap muka, dan melalui media massa.

Mengenai pelaksanaan kampanye terbuka, KPU Sulsel akan membahas hal tersebut pada waktu mendatang dengan melibatkan seluruh pengurus parpol.

Pawai Macetkan Arus Lalu Lintas

Deklarasi tersebut juga dirangkaikan dengan aksi pawai yang diikuti ratusan kendaraan milik kontestan Pemilu 2009. Pawai itu dilepas oleh Andi Baso Gani berdasarkan nomor urut setiap parpol. Adapun rute yang dilalui dalam aksi pawai kendaraan itu yakni Monumen Mandala, Jalan DR Ratulangi, Landak, Veteran, Mesjid Raya, Urip Sumoharjo, AP Pettarani, dan berakhir di depan kantor KPU Sulsel.

Pawai tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalan tersebut macet. Kemacetan ini dipicu lantaran banyaknya jumlah kendaraan baik roda dua dan roda empat yang mengikuti pawai ini. Para pengguna kendaraan umum yang hendak melintas terpaksa harus menunggu selama setengah jam. Akibatnya, kendaraan pun sempat lumpuh disejumlah persimpangan jalan.

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.