Ilham Mutasi 106 Kasek

Wednesday, 2 July 2008


MAKASSAR(SINDO) – Gerbong mutasi di jajaran Pemkot Makassar terus berlanjut.Kemarin,Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin melakukan pergantian sebanyak 106 kepala sekolah (kasek).

Mutasi kepala sekolah tersebut mulai dari tingkat kanak-kanak (TK) hingga sekolah lanjutan tingkat atas,baik negeri maupun swasta.Adapun rincian dari jumlah 106 kasek,yakni 11 kasek untuk tingkat SMU/SMK sedangkan kasek di tingkat SMP sebanyak 19 orang.

Jika menilik jumlah kasek yang dimutasi, perombakan kepemimpinan di bidang pendidikan yang paling banyak adalah jumlah kasek SD yakni 71 orang, sedangkan untuk tingkat TK sebanyak lima orang. Selain itu, Ilham juga melakukan pergantian pengawas mulai dari TK hingga SMU/SMK di ruang lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar yang berjumlah 41 orang. Ilham menyatakan, pergantian para pimpinan di dunia pendidikan sebatas upaya Pemkot Makassar dalam menyelenggarakan pendidikan yang lebih berkualitas.

Menurut dia,mutasi itu merupakan kebutuhan yang mendesak untuk direalisasikan. ”Pelantikan ini adalah agenda yang sudah lama tertunda, karena padatnya kegiatan dengan harapan untuk lebih menciptakan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan berkualitas,” ujar Ilham seusai melantik dan mengambil sumpah sebanyak 106 kepala sekolah (kasek) di ruang pola kantor Wali Kota Makassar,kemarin. Beberapa pekan lalu, Ilham melakukan mutasi di internal Pemkot Makassar.

Dengan demikian,di tahun 2008 ini Ilham telah melakukan pergantian ‘kabinet’ sebanyak tiga kali. Mengenai adanya mutasi itu, dia menandaskan bahwa mutasi tersebut tak ada kaitannya dengan sikap atas dirinya yang turut bertarung dalam Pilkada Makassar 29 Oktober mendatang.

”Terus terang, banyak sekali yang bepersepsi lain tentang mutasi ini.Namun,ini adalah kebutuhan mendesak yang harus direalisasikan, demi terselenggaranya pendidikan yang berkualitas,” kata pria yang akrab disapa Aco ini. Dalam acara pelantikan itu, Ilham berharap kepada para pimpinan yang digantikan untuk tidak merasa kecewa, dan menyatakan bahwa penyeleksian para pimpinan di dunia pendidikan Kota Makassar tidak mengandung unsur kedekatan.

”Kepada mereka yang diganti, tidak usah kecewa sebab inilah dinamika hidup,” ujarnya. Diketahui, angka kelulusan di Kota Makassar seperti di tingkat SMP sangat anjlok, jika dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di Sulsel. Untuk itu, Ilham sangat berharap kepada para guru sekolah untuk tidak menaikkan kelas bagi siswa yang tidak mampu. Selain itu, dia meminta kepada para orang tua siswa untuk tidak malu kepada anaknya jika tidak naik kelas.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar Bidang Pendidikan Samsu Niang menilai, langkah Ilham melakukan mutasi sangat syarat dengan politik. Buktinya, kata Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia (FKPAGI) Sulsel ini, mekanisme penentuan kepala sekolah tidak mengacu pada pelaksanaan Perda No 2/2006 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Makassar, di mana dalam aturan itu menyebutkan syarat untuk menjadi kepala sekolah harus memiliki sertifikasi calon kepala sekolah (cakep) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan, serta syarat mutlak itu sebelumnya telah menjabat sebagai wakil kepala sekolah.

”Ilham tidak profesional dalam memosisikan orang yang ditunjuk sebagai kasek, bahkan terkesan asal-asalan saja,” jelasnya. Samsu mencontohkan, Wakil Kepala Sekolah SMU Negeri V Drs Mustafa yang hampir puluhan tahun mengabdi dan merupakan guru yang pertama kali mendapatkan sertifikat cakep, justru tidak diberikan posisi kasek malah guru biasa yang tidak memiliki pengalaman sedikit pun yang lebih dipilih untuk menduduki posisi itu.

”Arah mutasi ini hanya persoalan like and dislike, kalau mampu mengamankan kebijakan Wali Kota maka ditunjuklah orangnya, dengan harapan mereka nantinya mampu membantu memuluskan langkah Ilham maju pada Pilkadamendatang,”ujarnya.

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.