14 Caleg Makassar Bermasalah

Wednesday, 15 October 2008


Sedikitnya 14 anggota DPRD Makassar yang diajukan kembali sebagai calon legislatif (caleg) Makassar pada Pemilu 2009 mendatang,dinyatakan bermasalah.

dilansir Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi, ke- 14 caleg yang dimaksud berasal dari lima parpol, yakni Golkar,PDIP,PKS,PPP,PDK. Adapun nama caleg yang berasal dari Partai Golkar, yakni Ince Adnan Mahmud, Yusuf Gunco, Irianto Ahmad, Haris Yasin Limpo, dan Nasran Mone. Sementara dari PDIP, yakni Muchtar Djuma dan Dachrin, sedangkan Hasyim Ramlan dari PKS. Caleg dari PPP, yakni Arifuddin Lewa, Mardju Chair, dan Zulkifli Him.

Caleg dari PDK, yaitu AM Riyadi dan Syamsu Niang. Menurut Koordinator Jaringan Kopel Sulawesi Muhammad Akil, indikator dan verifikasi yang digunakan dalam menentukan caleg bermasalah terdiri atas 14 item. Indikator yang dimaksud,antara lain menjadi tersangka/ terdakwa/terpidana kasus korupsi, broker APBD, terlibat kekerasan dalam rumah tangga, pernah melakukan pelecehan seksual, dan terlibat dalam jaringan narkoba baik sebagai pemakai maupun pengedar (lihat grafis).

”Caleg tersebut kami istilahkan sebagai caleg ”cumi” atau sedang bermasalah berdasarkan hasil kajian atas sejumlah laporan masyarakat dan pemberitaan media cetak lokal yang diverifikasi dari polisi,pengadilan,kejaksaan, dan media,” jelas Muhammad Akil dalam acara Focus Group Discussion (FGD), kemarin.

Selain itu,Kopel Sulawesi melibatkan parlemen grup yang berasal dari 14 kecamatan di Kota Makassar, dalam mencari fakta-fakta lapangan terkait caleg bermasalah.” Data ini masih sementara dan masih akan bertambah sebab masih ada sejumlah laporan yang kami kaji,” ucapnya. Dari 14 item yang dijadikan indikator,mayoritas permasalahan para caleg tersebut adalah telah menerima dana atau uang dari APBD Kota Makassar di luar ketentuan perundang-undangan.

Penerimaan dana itu berdasarkan hasil temuan BPK pada APBD 2006. Program Manajer Kopel Sulawesi Herman menambahkan, dengan hasil kajian tersebut,maka pihaknya meminta parpol yang bersangkutan melakukan klarifikasi. ”Kalau alasannya tidak realistis, kami akan mengampanyekan caleg itu kepada masyarakat pemilih untuk tidak dipilih pada Pemilu 2009 mendatang,”katanya.

Project Officer Political Party Reform Kemitraan Partnership Setio W Soemari menambahkan, tujuan dari pelansiran nama itu adalah pendidikan politik kepada masyarakat untuk kritis dalam menentukan wakilnya di DPRD Makassar. ”Di sinilah peran masyarakat, khususnya pemilih Makassar untuk lebih kritis pada Pemilu 2009 mendatang,”ujarnya. Kopel Sulawesi juga melansir enam caleg bermasalah dari Kabupaten Bulukumba.

Data tersebut berdasarkan hasil laporan Kopel Bulukumba yang dibuka sejak masa tanggapan daftar calon sementara (DCS). Keenam caleg itu, yakni HM Arif (PDK), Muhris (PAN), Andi Muttamar, Arqam Bohari dan Andi Mappsulle (Golkar) serta Juharta (PKPI).

”Para caleg itu mayoritas memiliki permasalahan, yakni terlibat kasus korupsi Bappeda Gate,kasus korupsi Dinas Infokom,dan terlibat kasus pasar Tanete,”pungkas Akil

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.