Bomber Bali

Monday, 10 November 2008


“Saya tidak pernah menyesal pada apa yang akan terjadi,” ujar Imam Samudra.

Imam Samudra meledakkan bom dahsyat enam tahun silam: 202 orang tewas. Ratusan luka-luka. Dan Bali, kota yang hidupnya bergantung pada bisnis turisme itu pun jadi lumpuh.

Bagi Imam, teror adalah jalan kebenaran. Karena itu dia merasa tak perlu meratap di depan regu tembak. Kematiannya pun, kata Imam, tak akan membuat gerakan Islam militan habis. “Gugur satu, tumbuh semilyar. Bukan seribu,” ujarnya.

Mukhlas dan Amrozi mengangguk setuju. (vivanews.com)

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.