Obama Menang Mutlak

Thursday, 6 November 2008


Sejarah tercipta.Barack Obama,pria 47 tahun yang pernah bersekolah di Menteng, Jakarta, terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat (AS). Di tengah riuh pesta kemenangan di Grant Park,Chicago,kemarin,Obama berjanji menjadi presiden bagi seluruh rakyat AS.

Dia meminta kesempatan kepada masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah, termasuk perang dan krisis ekonomi. Presiden ke-44 AS dalam 232 tahun sejarah negara adidaya itu mengakui bahwa terpilihnya dia membuat beberapa pihak sinis, khawatir, dan ragu.

Pidato kemenangan Obama kemarin pun kian m e n e g a s k a n mandat kuat yang diperolehnya dari sebagian besar rakyat AS untuk melakukan perubahan. “Jika ada yang masih ragu bahwa Amerika adalah tempat di mana segala hal menjadi mungkin, yang masih percaya jika mimpi para pendiri bangsa masih terjaga sampai saat ini, yang masih bertanya tentang kekuatan demokrasi kita, malam ini adalah jawabannya ,” ungkap Obama dalam pidato kemenangan pemilu di hadapan 200.000 orang yang memadati Grant Park.

Berdasarkan hasil penghitungan terbaru, Obama memenangi lebih dari 349 suara elektoral . Hasil tersebut jauh lebih besar dibandingkan 270 suara elektoral minimal untuk memasuki Gedung Putih. Obama memimpin dengan 52,4% suara populer dan lawannya dari Partai Republik John McCain hanya 46,4%.(lihat infografis) Presiden AS terpilih itu hadir bersama istrinya, Michelle, dan putrinya, Malia,10,dan Sasha,7.

Mereka adalah keluarga pertama kulit berwarna yang menduduki Gedung Putih. Seluruh anggota keluarga Obama berpakaian hitam dan merah dalam pidato kemenangannya. Obama berencana menghabiskan sisa pekan di rumahnya di Chicago untuk mengkaji berbagai keputusan yang akan dibuatnya.

Penasihat kampanye telah mengajukan pada Obama sejumlah nama untuk dipertimbangkan menempati posisi kunci dalam pemerintahan barunya. Namun kampanye Obama menegaskan tidak terlalu fokus untuk membahas hal itu sebelum resmi memenangi Pemilu AS tersebut.

Banyak yang menyamakan tantangan Obama dengan yang dihadapi Abraham Lincoln pascaperang sipil, saat bangsa terpecah belah akibat rasialisme dan diskriminasi. Ada juga yang menyamakan tantangan Obama sama dengan yang dihadapi Franklin D Roosevelt setelah terjadi krisis ekonomi Great Depressionpada 1930.

Sebab itu,penyusunan tim kabinet yang andal akan menyita waktunya beberapa hari mendatang.Menurut sejumlah penasihat Obama, prioritas utama ialah menetapkan Kepala Staf Gedung Putih untuk membantu proses seleksi.Sumber Partai Demokrat menyatakan pengumuman itu diperkirakan paling cepat pada Rabu (5/11).

Anggota Kongres dari Illinois Rham Emmanuel telah disebut-sebut akan menjadi Kepala Staf Gedung Putih, yang akan bersama-sama denganObamamenyusuntimkabinet. Mungkin masih terlalu dini untuk menyebut namanama calon yang akan duduk. Namun Obama memberikan indikasi ada beberapa tokoh nasional yang akan diajak duduk bersama untuk mengatasi berbagai masalah.

Sebut saja mantan Ketua Bank Sentral Paul Volcker,Senator Illinois Dick Durbin,Senator Dick Lugar dari Indiana, orang terkaya dunia Warren Buffet, mantan Presiden Bill Clinton, dan sejumlah tokoh lama yang banyak membantu pemerintahan Clinton dalam menyukseskan ekonomi AS pada masa itu.

Para pembantu Obama mengatakan mereka akan langsung bergerak sebelum pelantikan tanggal 20 Januari mendatang.NewYork Times kemarin melaporkan, ada tiga nama yang disebut-sebut akan masuk dalam tim transisi pemerintahan Obama, yaitu John Podesta, mantan Kepala Staf Presiden Clinton, Valerie Jarrett,penasihat Obama, dan Pete Rouse,Kepala Staf Obama di Senat.

Dalam pidato kemenangannya di Chicago kemarin malam, Obama memberikan penghargaan khusus kepada dua juru kampanyenya yang paling berperan dalam kemenangannya ini,David Axelrod dan David Plouff.Sebagai pakar strategi dan manajer kampanye, keduanya tentu akan juga masuk dalam tim penyusunan kabinet.

Obama juga menjalani sejumlah briefing intensif mengenai keamanan nasional yang akan menyiapkannya menjadi panglima tertinggi. “Kita tahu tantangan esok hari akan membawa saat terhebat dalam hidup kita—dua perang, satu planet dalam bahaya, krisis keuangan yang buruk dalam seabad,”tutur Obama.

“Di sana ada energi baru untuk digunakan dan pekerjaan baru untuk diciptakan. Sekolah baru untuk dibangun dan berbagai ancaman untuk dihadapi dan,bagi kita untuk memimpin, aliansi untuk diperbaiki lagi,” papar pria yang berayah Kenya itu.

“Obama akan tetap bersikap sederhana di hari pertama sebagai presiden terpilih,” ujar orang-orang dekat Obama. Obama mengatakan akan menggelar konferensi pers pada Rabu (5/11), tetapi staf kampanyenya mengatakan akan mengundur waktu konferensi pers itu.Paling cepat baru akan digelar pada akhir pekan.

Kunjungi Hawaii

Ada sejumlah keputusan yang bersifat lebih pribadi yang dibuat seperti kapan memindahkan keluarganya ke Washington dan di mana kedua putri Obama akan melanjutkan sekolah. Obama juga diperkirakan akan meluangkan waktu untuk mengunjungi makam neneknya yang meninggal pada Minggu (2/11).

Nenek yang telah membantu membesarkan Obama itu tidak dapat melihat cucunya mencapai impiannya. Obama dapat juga kembali ke tempat kelahirannya, Hawaii, untuk menggelar acara pribadi sederhana seperti yang diminta neneknya saat masih hidup. Presiden AS George W Bush juga memberi ucapan selamat kepada Obama.

Bush berjanji untuk melakukan transisi kepemimpinan secara lancar dan mengirim sebuah undangan kepada keluarga Obama untuk mengunjungi Gedung Putih sesegera mungkin. “Sasha dan Malia, saya sangat mencintai kalian berdua dan kalian telah memiliki seekor anak anjing yang datang bersama kita ke Gedung Putih,” ujar Obama kepada dua putrinya dalam kampanye kemenangan.

Presiden AS terpilih itu juga berterima kasih kepada McCain atas kebijakan mantan lawannya tersebut dalam merebut Gedung Putih.“Saya memerlukan bantuan Anda. Anda seorang pemimpin dalam begitu banyak isu penting,” ungkap Obama kepada McCain seperti dipaparkan juru bicara Obama, Robert Gibbs.

Kerumunan manusia yang memenuhi Grant Park, termasuk selebriti Brad Pitt dan Oprah Winfrey, bersukaria melihat kandidat mereka menang. Semua orang bersimbah air mata dan menggerakkan bendera AS. “Kepada siapa saja yang membuat air mata jatuh ke dunia, kami akan mengalahkan Anda.

Kepada siapa yang menginginkan perdamaian dan keamanan: kami mendukung Anda,” ujar Obama yang menjanjikan fajar baru bagi kepemimpinan di AS. Obama yang mantan pengacara lulusan Harvard itu memberikan harapan baru bagi warga Palestina dan Israel yang berharap AS dapat membantu menyelesaikan konflik beberapa dekade di sana. (*)

LAPORAN WARTAWAN SINDO
ALVIN MASRIFAH Boston
IRAWAN NUGROHO Washington DC

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.