Ingin Ciptakan Image Bersahabat (2-Selesai)

Saturday, 21 February 2009


Tak ada lagi deru bising motor patroli di lorong-lorong pemukiman. Sepeda roda dua hadir untuk menciptakan kesan yang lebih bersahabat kepada masyarakat.

Jarum jam menunjukkan pukul 13.00 Wita. Dua polisi berpakaian seragam asyik mengadu strategi melalui permainan catur. “Skak Mat,” tutur seorang pria berpakaian seragam disebuah ruangan berukuran 3 x 2 meter di kantor Polwiltabes.

Ucapan itu sontak membuat lawan mainnya yang turut berpakaian seragam mengernyitkan dahi. Posisi bidak sang raja sudah dalam keadaan tak berkutik. Tak ada lagi tempat melangkah. Pion-pion pun dipungut. Game over.

“Biasa dek, kalau jam segini mengasah otak,” ujar pria yang mengalahkan lawan mainnya kepada penulis. Pria dengan tinggi sekitar 1,65 centimeter itu tak lain adalah Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Samapta Polwiltabes Makassar. Namanya Kompol Amiluddin, yang selama ini dipercayakan dalam mengurus patroli, termasuk sepeda.

Tak lama berselang memperkenalkan dirinya, Amiluddin lalu bergegas berdiri mengambil beberapa lembaran dari meja kerjanya. Lembaran itu adalah telegram dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar.

“Ada beberapa instruksi dari Polda tentang patroli, khususnya kepada polisi yang melakukan patroli menggunakan roda dua terhitung pada pertengahan bulan ini,” paparnya.

Isi pesan telegram itu terdiri dari empat poin antara lain, poin satu berbunyi agar patroli roda dua lebih bersikap sopan, santun, tegas, humanis, dan dialogis dengan masyarakat. Poin kedua, patroli roda dua diminta untuk menghindari komplain dengan masyarakat tetapi dilakukan secara simpati atau bukan justru kehadiran patroli membuat empati masyarakat, dan patroli sepeda tetap menggunakan baret.

“Hal ini sudah kami sosialisasikan kepada semua regu patroli roda dua agar instruksi tersebut dapat dilakukan demi mencipatakan kesan yang lebih bersahabat kepada masyarakat,” jelas dia sembari mengepulkan asap rokok dari mulutnya.

Dipaparkan, ide patroli bersepeda ini dicetuskan Kepala Polwiltabes Makassar, Kombes Pol Burhanuddin Andi yang beroperasi sejak Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah Provinsi Sulsel 2008 lalu.

Saat ini tercatat ada 100 unit sepeda yang disiapkan untuk patroli di Kota Makassar, tepatnya menyusuri lorong-lorong pemukiman. Untuk Polwiltabes, jumlah unit sepeda tinggal delapan unit dengan jumlah pasukan yang dibentuk dalam delapan regu. Setiap regu terdiri empat personil.

“Dulunya ada sekitar 50-an unit sepeda. Berhubung untuk meningkatkan efektivitasnya, kami menyebarkan kendaraan itu ke Polres dan Polsek yang bernaung di Polwiltabes Makassar,” sebutnya.

Peningkatan kegiatan patroli tersebut tak lepas dengan pelaksanaan Pemilu 2009 yang dijadwalkan April mendatang dalam mengetahui informasi yang berkembang di masyarakat sekaligus mendengar keluhan demi pelayanan keamanaan meski tanpa senjata api.

“Memang kami tak bekali senjata api tapi semua personil sudah dibekali dengan bela diri kepolisian. Kalau memang tak bisa dikendalikan jika terjadi aksi kriminalitas disaat berpatroli, tentu akan memanggil Patmor melalui alat komunikasi Handy Talkie (HT) yang kami siapkan kepada patroli bersepeda,” tegas dia.

Sejauh ini, pihaknya belum melakukan evaluasi terhadap efektivitas program patroli sepeda. Amiluddin berharap, patroli itu dapat menurunkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengurangi niat tindakan anarkis. Untuk itu, Polwiltabes telah mengirim sejumlah sepeda ke Polres Gowa dan Maros untuk melakukan kegiatan serupa. Dua daerah itu tak lain adalah masuk wilayah kerja Polwiltabes Makassar.

“Ke depan, kami akan melakukan penambahan sepeda dengan harapan lebih dekat kepada masyarakat,” pungkas dia.

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.