Detik-detik Masa Akhir Jabatan A Herry Iskandar

Tuesday, 28 April 2009


Tetap Fokus, Lalu Cuti dan Turunkan Berat Badan

Masa kerja A Herry Iskandar dalam menakhodai kepemimpinan Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar tinggal menghitung hari. Apa saja yang menjadi titik fokus dalam sisa jabatan sebagai wali kota?


SUARA zikir terdengar berkumandang di Masjid Raya Makassar sekitar pukul 09.00 Wita, 8 April 2009. Sejumlah pejabat Pemkot Makassar bersama unsur pimpinan muspida tampak berkumpul.Wajah A Herry Iskandar terlihat khusyuk dalam sebuah salat hajat dan zikir untuk pemilu damai. Sebuah harapan demi kesuksesan dan kelancaran pesta demokrasi di Makassar.

Saat jam menunjukkan pukul 09.30 Wita, suara zikir lamat-lamat menghilang. ”Pukul 10.00 Wita, Wali Kota menghadiri acara prosesi ground breaking Rumah Sakit Bosowa,” tulis Humas Makassar via short message service (SMS) kepada ponsel wartawan.

Sekembalinya dalam kegiatan tersebut, meski sejumlah pejabat Pemkot Makassar tampak sibuk mempersiapkan pelantikan Wali Kota terpilih Ilham Arief Sirajuddin dan Wakil Wali Kota terpilih Supomo Guntur (IASmo), Herry seperti biasanya tetap mengontrol satuan kerja perangkat daerah (SKPD). ”Tak ada program yang fokus dalam
sisa akhir masa jabatan saya. Semuanya tetap sama dan harus berjalan dengan baik,”papar Herry saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Balai Kota.

Berdasarkan catatan Seputar Indonesia (SI), Herry dilantik sebagai Wali Kota pada 8 Agustus 2008 lalu menggantikan Ilham Arief Sirajuddin yang mundur untuk maju kembali sebagai kandidat kepala daerah bersama Supomo Guntur periode 2009–2014. Pengunduran diri tersebut sebagai dampak revisi UU 32 /2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan, kepala daerah harus mundur jika ingin kembali mencalonkan sebagai kepala daerah untuk periode selanjutnya.

Sayang, revisi itu kembali dikembalikan seperti semula yang menyatakan, kepala daerah yang maju pada pemilu kepala daerah tetap dapat menjabat dan cukup cuti. Dengan demikian, Herry merupakan salah satu dari sejumlah kepala daerah di Sulsel yang merasakan dampak tersebut, meski pada akhirnya revisi itu kembali ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejak Herry dilantik, tak ada program yang berubah. Sejumlah program bersama Ilham Arief Sirajuddin tetap dilanjutkan, seperti sekolah dasar bersubsidi penuh dan pelayanan kesehatan gratis. Sejarah besar ditorehkan Herry di internal Pemkot Makassar dengan melaporkan dugaan penggelembungan dana di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar sebesar Rp 1,4 miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.

Pelaporan itu terkait temuan atau hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel. ”Pak Herry memang sangat tegas dan berani menyerahkan kasus ini ke proses hukum,”tutur Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar M Kasim Wahab.

Selain dalam kasus korupsi, Herry juga sangat disiplin dalam aturan kepegawaian. Selama memangku jabatan selama sembilan bulan, dia memecat tiga pegawai negeri sipil (PNS) lingkup Pemkot Makassar.

”Masyarakat sering mengirim SMS ke ponsel Pak Wali jika ada PNS ditemukan di warung kopi atau mal saat jam kerja. SMS itu yang sering di-forward ke saya.Karena itu, kami membuat surat edaran yang berisi PNS dilarang ke warkop dan absensi sebanyak empat kali dalam sehari,” papar Kepala Bagian Kinerja dan Kesejahteraan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar A Apriady.

***

Sesuai jadwal,Wali Kota terpilih Ilham Arief Sirajuddin dan Wakil Wali Kota terpilih Supomo Guntur (IASmo) dilantik pada 8 Mei mendatang.Pada proses pelantikan itu,Herry akan menyerahkan sebuah buku memori pelaksanaan program lima tahunan.

“Seusai pelantikan Pak Ilham, saya mungkin akan cuti untuk berlibur bersama anak-anak.Sebab,kebetulan jadwal tersebut memasuki libur sekolah. Selain itu, saya akan menurunkan berat badan yang naik 10 kilogram sejak menjabat sebagai wali kota,”tutur A Herry Iskandar.

Dia juga mengimbau setelah pelantikan dan jabatannya berakhir, pihaknya meminta stafnya agar foto-fotonya yang terpajang di seluruh ruangan Pemkot Makassar segera diturunkan. Lantas,ke manakah petualangan Herry dalam “dunia pamong” setelah lepas dari jabatan tersebut? “Kalau mau heboh, saya akan pensiun dini,”ujarnya.

Pada dasarnya, ada dua cita-cita yang diimpikan Herry sejak 2004 lalu. Dia mengaku sangat ingin menjadi widyaiswara atau menjadi staf ahli. Apalagi, Herry sudah mengikuti ujian widyaiswara dan dinyatakan lulus. Widyaiswara adalah PNS yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS pada Lembaga Diklat Pemerintah.

Akan tetapi, Herry mengisyaratkan merapat ke kabinet Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang. Sebab, jabatan wali kota merupakan posisi tertinggi di tingkat pemkot dan tak mungkin mendapat jabatan di bawah wali kota.

“Kalau masih mendapat jabatan di pemkot, pasti Pak Burhanuddin (Asisten II Pemkot Makassar) tak enak menyuruh-nyuruh saya. Kemungkinan saya ke tingkat I (provinsi),” papar Herry saat ditemui di Balai Kota kemarin.

Kendati demikian, terlebih dahulu dia akan menghadap ke pimpinan sebagai bentuk laporan berakhirnya masa jabatan sebagai Wali Kota Makassar periode 2004–2009. “Penempatan saya sebagai PNS, nanti tergantung pimpinan. Ditegaskan, saya tidak memerlukan jabatan karena jabatan itu bukan hak PNS. Jabatan itu diperoleh dengan melihat kecakapan dan kemampuan.Inilah yang semua PNS perlu tahu,” tandas dia.

Berdasarkan catatan SI, Herry merupakan PNS tulen. Sejak 1988 lalu, pria bergelar “tukang insinyur” ini tidak pernah berhenti menjabat di pemerintahan. Kemampuan Herry mulai terlihat pada 1997, dengan menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sinjai lalu menjabat Kepala Dinas PU Binamarga Gowa hingga 1999.
Setelah jabatan itu, dia lalu dipercayakan sebagai Kepala Dinas PU Makassar pada masa pemerintahan Amiruddin Maula selama dua tahun.

Pada 2001,Herry lalu dimutasi sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Makassar atau sebelum maju mendampingi Ilham Arief Sirajuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2004–2009.

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.