Geliat Bisnis Lapangan Futsal di Makassar

Sunday, 3 May 2009


Modal Miliaran, Kembali Dalam Setahun

Bisa dikata, permainan futsal sudah menjadi tren bagi kota metropolitan. Bisa dikata, tren ini muncul akibat susahnya menemukan tanah lapang dikota berstatus metropolitan. Wajar saja, bisnis Lapangan Futsal kian menggeliat di Makassar.

Pukul 17.00 Wita kemarin, puluhan lelaki muda hingga dewasa memadati bangunan eks gedung Goro. Lamat-lamat, suara sontekan bola disertai riuh penonton menggaung di gedung tertutup itu. GOL!

Bola plastik pun kembali tergiring. Musik pop yang mengalun dalam ruangan seluas dua hektare (Ha) itu tak membuat para pemain ikut menyemarakkan suasana. Tak ada umpan panjang dan sontekan keras. Cukup skill individu dan kerjasama tim. Wajar saja, gol demi gol terus kembali tercipta dalam permainan tersebut.

Begitulah sepenggal suasana Lapangan Futsal Tango yang berada di Jalan Dg Ngawing, tepatnya di depan rumah jabatan (rujab) Wakil Gubernur Sulsel. Sembari menyontek bola, alunan musik mengiringi permainan bola plastik ini.
Resminya, permainan futsal mulai menjamur di kota Anging Mammiri pada tahun 2007 lalu. Awalnya, permainan dengan lapangan ukuran mini ini dimulai dari Mal GTC yang berada di Jalan Metro Tanjung Bunga.

Kala itu, jumlah pemain cukup membludak. Peluang itu pun ditangkap oleh sejumlah pengusaha lokal. Bisnis lapangan yang melibatkan lima pemain dalam satu tim ini, pun mulai menggeliat. Satu per satu, lapangan futsal bermunculan seperti yang berlokasi di Jalan Cendrawasih, Mal Panakkukang, Banta-Bantaeng, Veteran Selatan, Samiun, Bawakaraeng, dan Futsal Tango.

“Awal keinginan saya membuat usaha lapangan futsal ini, beranjak karena saat ini sangat susah menemukan lapangan. Padahal, 70 % masyarakat Makassar adalah bola mania,” tutur Direktur Utama Futsal Tango H Nasri S Beta.

Futsal Tango resmi didirikan pada 2 Mei 2008 lalu. Peresmiannya dilakukan langsung Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Pria yang juga ‘gila bola’ ini mengaku, bisnis permainan tersebut sangat menjanjikan. Bersama tiga rekannya yang berdomisili di Jakarta, mereka pun sepakat untuk membuat bisnis tersebut.

Modal tersebut untuk membeli perlengkapan skala internasional seperti rumput sintetis yang didatangkan khusus dari Negara Belgia. Proses sosialisasi pun tak kunjung terlewatkan dengan memasang iklan di media cetak dan elektronik.

Modal yang disertai kerja keras dan soliditas para karyawan yang dipekerjakan akhirnya membuahkan hasil. Sehari, usaha ini dapat meraup standar laba kotor sekitar Rp5 hingga 6 juta. Lapangan ini memulai aktivitasnya pada pukul 08.00 hingga 00.00 Wita.

Sebagai bukti bisnis yang cerah, modal yang dirogoh dalam membuat empat lapangan, dapat kembali dalam setahun. “Jumlah modalnya sekitar Rp2 miliar sedangkan sewa gedung selama lima tahun sebesar Rp500 juta. Jadi, totalnya Rp2,5 miliar dan sudah kembali dalam waktu setahun,” sebut pria kelahiran Makassar ini.

Hingga saat ini, pengelola Futsal Tango mendapatkan jumlah anggota sebanyak 45 orang. Mereka tak hanya berasal dari Kota Makassar melainkan juga berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Sulsel seperti Kota Palopo dan Kabupaten Bulukumba.
“Biasanya, kalau mereka mau main pasti kontak saya dulu untuk menentukan jam bermain,” kata ayah yang memiliki lima anak ini.

Menurutnya, jumlah anggota member tersebut sudah maksimal. Pihaknya sengaja melakukan pembatasan untuk memberikan ruang bagi pemain yang tidak ingin masuk sebagai daftar member.

Dalam sehari, puncak antrean pemain tak dpat dihindari sekitar pukul 15.00 Wita. Maklum, jam-jam tersebut adalah harga khusus (discount) bagi mereka yang berstatus pelajar atau mahasiswa.

Lokasi yang digunakan sangat representatif. Selain berada di lokasi kawasan perumahan elit, juga didukung sejumlah fasilitas. Diantaranya, para pemain bola juga dapat ‘berselancar di dunia maya’, pijat refleksi, ruang mushalla, dan kamar mandi.

“Kami menggunakan prinsip, tamu adalah raja sesaat. Dalam artian, ketika sudah bermain maka pemain bukanlah raja lagi. Hanya sesaat,” tandas Nasri yang sehari-harinya berprofesi sebagai kontraktor Base Transceiver Station.

*****

2 Mei 2009, usia Futsal Tango tepat setahun. Diusia yang masih ‘belia’ ini, para mania bola akan disuguhkan Lapangan Sport Court. Inilah lapangan pertama yang berada di Kawasan Indonesia Timur.

Di meja kasir, nampak jejeran piala. Modelnya cukup bervarian. Ada yang besar dan kecil. Mayoritas ukurannya kecil. Ukuran yang nampak besar hanya satu. Pada pegangan piala itu tertulis; Piala Bergilir.

Aktivitas sore itu memang agak lain. Para pengelola Futsal Tango sibuk dan lalu lalang di dalam bangunan eks gedung Goro itu. Ada yang sibuk menata lapangan, ada menata jaring-jaring yang mengelilingi lapangan mungil tersebut.

“Tanggal 2 hingga 3 Mei, kami gelar lomba futsal dalam memperingati usia setahun Futsal Tango. Total hadiahnya Rp20 juta dengan jumlah peserta sebanyak 23 tim,” tutur Direktur Utama Futsal Tango H Nasri S Beta.

Bagi ayah yang memiliki lima anak ini, bisnis lapangan futsal tak hanya dipandang sebagai sumber meraih pendapatan yang sebesar-besarnya. Pihaknya pun turut berpartisipasi menyalurkan dan mengembangkan minat dan bakat penggila bola Makassar melalui sejumlah lomba kejuaraan futsal.

“Baru-baru ini tim asal Bank Sulsel mampu mewakili Makassar ke Jakarta dalam sebuah even kejuaraan skala nasional,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/4).
Ruang kerja pria yang akrab disapa Nasri ini nampak sederhana. Tak ada perangkat elektronik seperti perangkat komputer. Yang ada hanya dua meja dan setumpuk lembaran kertas. Selain itu, lantai ruangan mungil itu dipenuhi sejumlah sampah kardus.

Di dalam ruangan itu, seorang pria berbaju biru nampak sibuk membongkar sejumlah kardus. Butir-butir keringat mulai membasahi wajahnya. Satu per satu, isi kardus terus dikeluarkan. Isinya berbentuk kotak dengan ukuran sekitar 25 centimeter.
Bentuk kotak-kotak berwarna biru itu cukup banyak. Semuanya tersusun dengan rapi dan disimpan dalam ruang yang cukup aman. Sebab, harga kotak-kotak itu mencapai ratusan juta.

“Inilah alas lapangan yang disebut Sport Court yang didatangkan dari negara Amerika. Harganya Rp350 juta untuk satu lapangan. Harganya memang lebih mahal dari rumput sintetis yang seharga Rp150 juta,” kata Nasri.

Lapangan Sport Court merupakan medan permainan futsal berskala internasional. Lapangan itulah yang digunakan pada lomba Olimpiade Seoul yang digelar beberapa tahun lalu. Dengan kehadiran lapangan tersebut di Futsal Tango, maka medan tersebut merupakan pertama kalinya berada di Kawasan Timur Indonesia.

Rencananya, lapangan sekelas kejuaraaan dunia itu akan difungsikan dalam waktu dekat ini. Dengan demikian, total lapangan yang berada dalam gedung itu sebanyak lima lapangan. Empat lapangan berumput sintetis dan satu lapangan sport court.
“Bahannya sudah ada dan sekarang dalam tahap pengerjaan. Mudah-mudahan dalam pekan ini dapat selesai,” terang Nasri yang tak mampu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi lantaran larut dengan dunia usaha.

Bisnis menjanjikan dengan pengembalian modal miliaran dalam kurun waktu setahun, membuat Nasri terus melebarkan sayap. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan membuka bisnis yang sama di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya eks gedung PT Pusri.

Di bangunan tertutup itu, akan dibuat tiga lapangan dengan menggunakan rumput sintetis. Tak hanya sampai disitu. Futsal Tango akan merambah ke Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Palu.

“Targetnya bulan Juni 2009 akan dapat dioperasikan. Saat ini sementara dalam tahap negosiasi lokasi lapangan,” tandasnya.

3 komentar:

Anonymous said...

saya punya sebidang tanah ukuran 100 m x 75 m, berencana mau buat lapangan futsal, 4 buah, ukuran minimal, letaknya di jl pantura, tepatnya daerah pamanukan kec. psknagara subang, di daerah saya cuma msh ada satu yg tlh buat lap. futtsal yang pertumbuhannya sangat baik, yang telah membuat 5 lap.futsal, dengan itu saya yakin perkembangan bisnis lap. futsal saya nantinya sangat bagus, hal ini di karnakan : daerah saya lebih strategis dengan dikelilingi 9 sekolah smp smu, dengan jarak dibawah 1 km, dekat pusat keramaian (pasar, indomart, alfamart dll,), ditmbah faktor2 yg lainnya, untuk itu apabila ada yang tertarik berkerjasama, karna jujur saya mempunyai kendala keuangan, apabila ada yang tertarik bisa hub. 081395717253 atas nama toni,, untuk lebih lengkapnya bisa lihat drafnya di email saya toniahmads@yahoo.com

Anonymous said...

saya lagi cari donatur buat tambahan modal untuk membuat lapangan futsal,letaknya strategis dan belum ada dikabupaten saya,tapi setelah saya bikin demo untuk lapangan futsal, masyarakat sangat berantusias. tapi sayangnya modal saya kurang cukup.Klo ada yang bersedia jadi donatur tolong hubungi 081382041082/081355242220/081342554388.

syukran said...

nomer tlponx brpa???

 
© Copyright 2010-2011 I'Mpossible All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.